Random sampling memberikan kesempatan yang sama pada anggota populasi untuk terpilih menjadi sampel.
Tiga metode random sampling yang sering dipakai:
a. random number sampling (sampling nomor acak)
b. interval sampling (sampling interval)
c. stratified random sampling (sampling acak terstratifikasi)
Random number sampling menggunakan alogaritma komputer atau tabel angka yang telah diacak untuk memilih sampel. Metoda ini dianggap yang paling representatif karena adanya keyakinan yang lebih besar bahwa semua anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih.
Interval sampling memilih secara acak anggota populasi yang pertama menjadi sampel, dan sampel selanjutnya dipilih merdasarkan interval tertentu dari sampel yang terpilih sebelumnya.
Stratified random sampling tepat digunakan apabila terdapat variasi yang besar antara anggota populasi. Anggota populasi dipisahkan menjadi beberapa tingkatan (strata), kemudian sampel diambil secara random pada tiap-tiap strata,
Showing posts with label Internal Audit. Show all posts
Showing posts with label Internal Audit. Show all posts
Tuesday, April 22, 2008
Sampling dalam audit
Sampling adalah suatu proses pengambilan kesimpulan dari suatu populasi dengan hanya menggunakan sebagian dari anggota populasi yang disebut sampel. Sampel yang berkualitas dapat merepresentasikan populasi.Tujuan menggunakan sampel adalah agar didalam mengambil kesimpulan dapat lebih efisien dengan tetap terjaga efektivitasnya. Namun demikian, dalam dunia auditing,penggunaan sampel tidak selalu lebih efisien, terutama apabila sistem akuntansi yang ada sudah berbasis komputer, karena dengan bantuan software tertentu pengambilan data 100% tidaklah menjadi masalah.
Pengambilan sampel memerlukan langkah-langkah tertentu agar sampel yang diambil dapat merepresentasikan populasi. Seorang auditor dapat menggunakan directed sample (sampel terarah) maupun random sample (sampel acak).
Directed sample digunakan apabila auditor mendeteksi ada sesuatu yang perlu dicurigai sehingga ada bukti-bukti tertentu yang harus didapatkan secara lebih serius.
Apakah sampel yang telah dipilih dengan metoda tertentu menjamin mereprentasikan populasi dengan baik? tentu saja tidak ada jaminan 100%. Inilah yang disebut resiko pemeriksaan (audit risk), yaitu adanya resiko bahwa kesimpulan atas populasi yang berdasarkan sampel tersebut tidak tepat.
Ref: Sawyers (2006)
AP*
Pengambilan sampel memerlukan langkah-langkah tertentu agar sampel yang diambil dapat merepresentasikan populasi. Seorang auditor dapat menggunakan directed sample (sampel terarah) maupun random sample (sampel acak).
Directed sample digunakan apabila auditor mendeteksi ada sesuatu yang perlu dicurigai sehingga ada bukti-bukti tertentu yang harus didapatkan secara lebih serius.
Apakah sampel yang telah dipilih dengan metoda tertentu menjamin mereprentasikan populasi dengan baik? tentu saja tidak ada jaminan 100%. Inilah yang disebut resiko pemeriksaan (audit risk), yaitu adanya resiko bahwa kesimpulan atas populasi yang berdasarkan sampel tersebut tidak tepat.
Ref: Sawyers (2006)
AP*
Subscribe to:
Posts (Atom)